Pendidikan di Finlandia (Sistem Pendidikan Terbaik)
Kali ini saya akan membahas tentang sistem pendidikan di Finlandia. Kenapa Finlandia? Belakangan ini Finlandia kembali menarik perhatian survei global mengenai kualitas hidup yang mendapatkan predikat no. 1 pada tahun 2010. Sistem pendidkan di Finlandia mendapatan pujian karena dalam beberapa tahun terakhir lulusan di Finlandia memperoleh nilai tes tertinggi di dunia. Finlandia mendapatkan predikat sistem pendidikan terbaik di dunia. Predikat tersebut didapat berdasarkan hasil survei internasional yang komprehensif sejak tahun 2000 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD) yang memperoleh hasil bahwa sistem pendidikan Finlandia menempati urutan teratas dan/atau selalu mendekati atas. Tes
tersebut dikenal dengan nama PISA mengukur kemampuan siswa (remaja kisaran umur 15 tahun) di bidang
Sains, Membaca, dan juga Matematika. Hebatnya, Finlandia berhasil membuat siswanya cerdas, bukan hanya
unggul secara akademis pada siswa yang normal tapi juga menunjukkan unggul dalam pendidikan
anak-anak lemah menta. Di Finlandia siswa diprioritaskan sebagai stakeholder yang paling penting, itu merupakan sistem pendidikan yang inovatif.
Sistem pendidikan di Finlandia pada dasarnya mengadopsi sistem pendidikan yang ada di Israel. Tokoh yang berperan dalam hal ini adalah Profesor Reuven Feuerstein. Beliau adalah seorang psikolog kognitif terkenal didunia, seorang Profesor Psikolog di sekolah pendidikan di Universitas Bar Ilan dan pendiri Istitut Feuerstein (International Center for the Enhancement of Learning Potential) dan seorang Israel penerima Hadiah Nobel di bidang Ilmu Sosial. Feuerstan memfokuskan programnya pada penyampaian kognitif dan kemampuan belajar dimana program tersebut telah diimplementasikan di ratusan sekolah serta lembaga pendidikan dan pelatihan di Israel. Program ini pada dasarnya berfokus pada adaptasi terhadap kelompok individu, terapi dan rehabilitasi untuk orang dengan cedera dikepala, serta mahasiswa berbakat dan luar biasa atau siswa dengan down syndrom.
Program tersebut pertama kali diimplementasikan pada tahun 1952 pada anak-anak yang selamat dari Holocaust untuk membantu mereka untuk mengintegrasi. Sejak saat itu Prof. Feuerstein mengambil anak-anak dan orang dewasa dari berbagai negara di seluruh dunia dan memiliki situasi yang rumit dan membantu mereka mencapai tingkat lanjut dan belajar sukses. Rahasianya adalah bahwa tidak mengajar konten, melainkan kami menanamkan pembelajaran dan strategi berpikir kognitif.
Sistem pendidikan di Finlandia pada dasarnya mengadopsi sistem pendidikan yang ada di Israel. Tokoh yang berperan dalam hal ini adalah Profesor Reuven Feuerstein. Beliau adalah seorang psikolog kognitif terkenal didunia, seorang Profesor Psikolog di sekolah pendidikan di Universitas Bar Ilan dan pendiri Istitut Feuerstein (International Center for the Enhancement of Learning Potential) dan seorang Israel penerima Hadiah Nobel di bidang Ilmu Sosial. Feuerstan memfokuskan programnya pada penyampaian kognitif dan kemampuan belajar dimana program tersebut telah diimplementasikan di ratusan sekolah serta lembaga pendidikan dan pelatihan di Israel. Program ini pada dasarnya berfokus pada adaptasi terhadap kelompok individu, terapi dan rehabilitasi untuk orang dengan cedera dikepala, serta mahasiswa berbakat dan luar biasa atau siswa dengan down syndrom.
.
Sistem Feuerstein diterapkan dan digunakan di Finlandia selama lebih dari 20 tahun dalam mengobati autisme dan ketidakmampuan belajar. Dari keberhasilan ini, otoritas pendidikan Finlandia telah memutuskan untuk menerapkan sistem ini pada sekolah-sekolah. Proses pelatihan ini telah selesai di awasi oleh pengawas dari Israel yang ke Finladia untuk berbagi pengetahuan mereka pada guru lokal. Menurut Profesor Feuerstein, sistem yang dikembangkannya berfokus pada konsep bahwa orang memiliki kemampuan untuk mengubah diri mereka, dan kunci untuk ini adalah dalam mengindentifikasi faktor-faktor yang menghambat serta mengenal kelebihan individu (siswa) untuk mengembangkan kemampuan belajar mereka.
Sistem Feuerstein diterapkan dan digunakan di Finlandia selama lebih dari 20 tahun dalam mengobati autisme dan ketidakmampuan belajar. Dari keberhasilan ini, otoritas pendidikan Finlandia telah memutuskan untuk menerapkan sistem ini pada sekolah-sekolah. Proses pelatihan ini telah selesai di awasi oleh pengawas dari Israel yang ke Finladia untuk berbagi pengetahuan mereka pada guru lokal. Menurut Profesor Feuerstein, sistem yang dikembangkannya berfokus pada konsep bahwa orang memiliki kemampuan untuk mengubah diri mereka, dan kunci untuk ini adalah dalam mengindentifikasi faktor-faktor yang menghambat serta mengenal kelebihan individu (siswa) untuk mengembangkan kemampuan belajar mereka.
Program tersebut pertama kali diimplementasikan pada tahun 1952 pada anak-anak yang selamat dari Holocaust untuk membantu mereka untuk mengintegrasi. Sejak saat itu Prof. Feuerstein mengambil anak-anak dan orang dewasa dari berbagai negara di seluruh dunia dan memiliki situasi yang rumit dan membantu mereka mencapai tingkat lanjut dan belajar sukses. Rahasianya adalah bahwa tidak mengajar konten, melainkan kami menanamkan pembelajaran dan strategi berpikir kognitif.
Lalu apa yang menjadi point penting dalam kesusksesan sistem pendidikan di Finlandia? Dalam Mind /Shift yaitu blog yang membahas tentang pendidikan dan pembelajaran, menyebutkan ada 6 poin penting yang menjadi faktor kesuksesan sistem pendidikan di Finlandia. Poin-poin tersebut adalah:
- TIDAK ADA SEKOLAH PRIVAT --> Secara teknis ada beberapa sekolah yang independen namun sekolah tersebut mendapatkan dana dari pemerintah dan tidak dikenakan biaya sekolah. menurut sebuah artikel populer di Atlantic tentang sistem sekolah. "Tujuan utama pendidikan adalah untuk melayani sebagai instrumen pemerataan bagi masyarakat," .Di FInlandia semua sekolah mempunyai derajat pendidikan (akreditasi) yang sama, tidak ada predikat sekolah unggul dan sekolah pinggiran. Dalam artikel Atlantic juga mencatat bahwa semua siswa Finlandia menerima makan gratis di sekolah, dan memiliki akses mudah ke perawatan kesehatan, konseling psikologis, dan bimbingan mahasiswa individual.
- SEMUA ADMINISTRATOR TELAH BEKERJA SEBAGAI GURU --> Pasi Sahlberg direktur Departemen Finlandia Pusat Pendidikan untuk Mobilitas International dan penulis buku Pelajaran Finnish Lessons: What Can the World Learn from Educational Change in Finland?, mengatakan bahwa mereka sangat berhati-hati untuk terus menempatkan pendidikan kepada tangan orang-orang pendidik. Menjadi hal yang mustahil ketika menjadi pengwas pendidikan tanpa pernah menjadi seorang guru/pendidik. Dengan kata lain, manajerial pedidikan (administrator) adalah mantan guru. "Jika Anda memiliki orang-orang [dalam posisi kepemimpinan] dengan tidak memiliki latar belakang dalam mengajar, mereka tidak akan pernah memiliki jenis komunikasi yang mereka butuhkan." tambah Sahlberg
- TIDAK FOKUS PADA TES --> Siswa diajar untuk mengevaluasi dirinya sendiri, bahkan sejak Pra-TK!
Ini membantu siswa belajar bertanggungjawab atas pekerjaan mereka
sendiri, kata Sundstrom, kepala sekolah di SD Poikkilaakso, Finlandia.
Dan kalau mereka bertanggungjawab mereka akan bekeja lebih bebas.Guru
tidak harus selalu mengontrol mereka.
Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari
sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika
mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Kita tidak
belajar apa-apa kalau kita tinggal menuliskan apa yang dikatakan oleh
guru. Disini guru tidak mengajar dengan metode ceramah, suasana sekolah sangat santai dan
fleksibel. Terlalu banyak komando hanya akan menghasilkan rasa tertekan
dan belajar menjadi tidak menyenangkan (pengakuan salah satu siswa di Finlandia, Tuomas Siltala). Siswa yang lambat mendapat dukungan yang intensif. Hal ini juga yang
membuat Finlandia sukses. Berdasarkan penemuan PISA, sekolah-sekolah di
Finlandia sangat kecil perbedaan antara siswa yang berprestasi baik dan
yang buruk dan merupakan yang terbaik menurut OECD.
Remedial tidaklah dianggap sebagai tanda kegagalan tapi sebagai kesempatan untuk memperbaiki. Seorang guru yang bertugas menangani masalah belajar dan prilaku siswa membuat program individual bagi setiap siswa dengan penekanan tujuan-tujuan yang harus dicapai, umpamanya: Pertama, masuk kelas; kemudian datang tepat waktu; berikutnya, bawa buku, dlsb. Kalau mendapat PR siswa bahkan tidak perlu untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha.
Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan "Kamu salah" pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing.
Ranking-rankingan hanya membuat guru memfokuskan diri pada segelintir siswa tertentu yang dianggap terbaik di kelasnya. Kehebatan sistem pendidikan di Finlandia adalah gabungan antara kompetensi guru yang tinggi, kesabaran, toleransi dan komitmen pada keberhasilan melalui tanggung jawab pribadi. Kalau saya gagal dalam mengajar seorang siswa, kata seorang guru, maka itu berarti ada yang tidak beres dengan pengajaran saya! Benar-benar ucapan guru yang sangat bertanggungjawab.
- MENGAJAR ADALAH PROFESI YANG DIHORMATI --> Profesi mengajar adalah salah satu karir yang paling terkenal di Finlandia, sehingga orang-orang muda ingin menjadi guru (Henna Virkkunen, Menteri Pendidikan Finlandia kepada Hechinger Report. Di Finlandia, terdapat mindset bahwa guru adalah kunci untuk masa depan dan itu adalah profesi yang sangat penting, itu sebabnya semua, orang-orang muda berbakat ingin menjadi guru. Wajib bagi guru untuk memiliki gelar master, proses yang biasanya membutuhkan waktu lima tahun, dan membutuhkan pengawasan intensif lembaga pelatihan guru.
- PERCAYA PADA GURU --> Guru-guru di Finlandia dapat memilih metode dan bahan pengajaran mereka sendiri. Mereka adalah pakar kerja sendiri, dan mereka menguji murid mereka sendiri ( Virkkunen). Ini juga salah satu alasan mengapa mengajar adalah sebuah profesi yang menarik di Finlandia karena guru bekerja seperti ahli akademik dengan murid mereka sendiri di sekolah.
- MENGINTEGRASI MAHASISWA ASING --> Meskipun pada dasarnya Finlandia adalah negara homogen, ada titik titik tertentu di mana populasi imigran tumbuh, khususnya di dekat Helsinki, di mana 30 persen adalah imigran. Jika anak-anak berasal dari sistem pendidikan atau masyarakat yang sangat berbeda, mereka memiliki satu tahun dalam pengaturan yang lebih kecil di mana mereka belajar tentang Finlandia dan mungkin beberapa mata pelajaran lain (Virkkunen). "Kami mencoba untuk meningkatkan tingkat mereka sebelum mereka datang ke kelas reguler." Sekolah Finlandia juga mencoba untuk mengajar bahasa asli siswa imigran 'sebanyak mungkin. Hal tersebut merupakan tentangan bagi pelakupendidikan di Finlandia. "Saya pikir di Helsinki, mereka mengajar 44 bahasa ibu yang berbeda. Pemerintah membayar dua jam setiap minggu untuk pelajaran murid tersebut. Kami pikir itu sangat penting untuk mengetahui lidah siswa tersebut, bahwa siswa tersebut dapat menulis dan membaca dan berpikir di dalamnya (bahasa ibu). Maka dengan itu lebih mudah juga untuk belajar bahasa lain seperti pelajaran Finlandia atau Inggris, atau lainnya.
- Setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai.
- Satu orang guru (gelar s2) bertindak sebagai guru mata pelajaran sedangkan satu orang lagi (gelar s1) menjadi pengawas dan pembimbing setiap siswa dalam memahami setiap bidang studi dan mendampingi anak secara individual apabila mengalami kendala saat proses belajar berlangsung.
- Dimana setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap siswa (extrakurikuler), bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji.
- Maka, tugas tugas (PR), les tambahan dan bimbingan ini dan itu nyaris tidak pernah ada di Finlandia. Bagaimana dengan tanah air? Tekanan yang begitu berat sangat terasa apalagi menjelang ujian nasional.
- Sedangkan untuk SD dan SMP tidak lagi mengeluarkan izajah mengingat tuntutan dunia kerja saat ini pun izajah dua jenjang pendidikan ini tidak begitu diperlukan. Oleh karena itu, perpindahan dari tingkat SD ke SMP cukuplah dengan nilai rapor begitu juga dari SMP ke SMA.
- Evaluasi belajar secara nasional hanya dilakukan dijenjang SMA ketika yang bersangkutan akan melanjut keperguruan tinggi atau merambah dunia kerja.
- Para siswa di Finlandia tidak mengenakan seragam. Bahkan kepala sekolah mengenakan celana jeans dan kemeja berleher terbuka di sekolah. karena mereka adalah para akademisi dan sudah terlatih.
- Anak-anak belajar dalam suasana yang santai dan informal.
- Pendidikan di sekolah berlangsung rileks dan masuk kelas siswa harus melepas sepatu, hanya berkaus kaki
- Persekolahan tingkat dasar dan menengah digabung, sehingga murid tidak perlu berganti sekolah pada usia 13. Dengan cara ini, mereka terhindar dari masa peralihan yang bisa menganggu dari satu sekolah ke sekolah lain
- Jasa termasuk makan siang panas gratis setiap hari, kesehatan sekolah dan transportasi gratis bagi anak-anak yang tinggal terlalu jauh dari sekolah untuk berjalan kaki atau menggunakan transportasi umum.
- Siswa bahkan tidak diharuskan untuk menjawab dengan benar, yang penting mereka berusaha sebaik mungkin.
- Para guru sangat menghindari kritik terhadap pekerjaan siswa mereka. Menurut mereka, jika kita mengatakan “Kamu salah” pada siswa, maka hal tersebut akan membuat siswa malu. Dan jika mereka malu maka ini akan menghambat mereka dalam belajar. Setiap siswa diperbolehkan melakukan kesalahan. Mereka hanya diminta membandingkan hasil mereka dengan nilai sebelumnya, dan tidak dengan siswa lainnya. Jadi tidak ada sistem ranking-rankingan. Setiap siswa diharapkan agar bangga terhadap dirinya masing-masing
- Tidak ada metode belajar ceramah, menciptakan suasana proses belajar-mengajar itu menyenangkan (learning is fun) melalui penerapan belajar aktif
- Bahasa asing mulai diajarkan dari kelas I SD. Alasan kebijakan ini adalah memenangkan persaingan ekonomi di Eropa, membuka kesempatan kerja lebih luas bagi lulusan, mengembangkan wawasan menghargai keanekaragaman kultural.
- siswa-siswa Finlandia ke sekolah hanya sebanyak 190 hari dalam satu tahun. Jumlah hari liburnya 30 hari lebih banyak daripada di Indonesia yang 220 hari
- Setiap anak diwajibkan mempelajari bahasa Inggris serta wajib membaca satu buku setiap minggu.
- Semua siswa di bimbing menjadi pribadi yang mandiri, mencari informasi secara independent. Karena dengan adanya banyak pen-dekte-an membuat para siswa akan merasa tertekan dan suasana belajar menjadi tidak menyenangkan.
- Kegemaran membaca aktif didorong
- Stasiun TV menyiarkan program berbahasa asing dengan teks terjemahan dalam bahasa Finish sehingga anak-anak bahkan membaca waktu nonton TV.
- Siswa didorong untuk bekerja secara independen dengan berusaha mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan. Siswa belajar lebih banyak jika mereka mencari sendiri informasi yang mereka butuhkan
- Anak Finlandia tidak diijinkan belajar sebelum usia tujuh tahun, "kami menghormati masa kecil anak-anak dan hak mereka untuk bermain. di Finlandia mereka tak diharuskan bersekolah sampai mereka cukup besar untuk bisa duduk tenang dan mematuhi aturan











